Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur terpantau mengalami peningkatan signifikan pada Selasa (9/6/2026). Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut telah mengalami sepuluh kali erupsi dalam rentang waktu pagi hingga siang hari.
Erupsi pertama terdeteksi pada pukul 04.43 WIB dan terus berlangsung secara fluktuatif hingga pukul 12.47 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi bahwa letusan dengan kolom abu tertinggi mencapai 1,2 kilometer di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang terjadi tepat pada pukul 12.09 WIB. Kolom abu yang teramati cenderung berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang serta pergerakan angin ke arah timur laut.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta wajib mematuhi seluruh rekomendasi keamanan yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Pihak pengamat menegaskan larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga dilarang melakukan kegiatan dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan guna mengantisipasi risiko perluasan awan panas maupun aliran lahar.
Potensi ancaman lontaran batu pijar juga membuat masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah. Warga diminta mewaspadai aliran lava dan lahar yang berpotensi menyusuri aliran sungai serta lembah yang berhulu di puncak, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.