Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Banyuwangi, Jawa Timur, diisi dengan edukasi yang krusial bagi keselamatan warga. Ratusan siswa baru yang bersekolah di kawasan lereng Gunung Raung dibekali pemahaman mendalam mengenai mitigasi bencana dan karakter gunung api aktif untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Langkah antisipatif ini salah satunya dilaksanakan di SMP Negeri 1 Songgon. Para pelajar tampak antusias menyimak pemaparan dari petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Raung yang mengemas materi secara interaktif dan sesuai dengan kelompok usia mereka.
Anggota PPGA Raung, Mukijo, menjelaskan bahwa materi edukasi berfokus pada pengenalan karakteristik gunung api, langkah penyelamatan diri saat terjadi erupsi, serta prosedur evakuasi darurat. Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan memahami tindakan cepat dan tepat yang harus diambil apabila aktivitas vulkanik Gunung Raung meningkat secara tiba-tiba.
Kehadiran PPGA Raung dalam program MPLS ini menjadi momentum perdana atas inisiatif langsung dari pihak sekolah. Selain di SMPN 1 Songgon, sosialisasi serupa juga digelar bagi siswa baru di SMK Muhammadiyah 9 Gambiran. Pihak PPGA Raung sendiri sebenarnya telah rutin melakukan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat umum dan institusi pendidikan secara berkala di luar agenda sekolah.
Selama sesi berlangsung, keaktifan para siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Mereka mencari tahu tentang penyebab banyaknya gunung api di Pulau Jawa, prosedur pendakian yang aman, hingga ke mana harus mengungsi saat situasi darurat terjadi. Rasa ingin tahu yang tinggi ini menjadi modal utama dalam menanamkan budaya sadar bencana bagi generasi muda di kawasan rawan bencana.