Pulau Dewata kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai magnet bagi agenda internasional. Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menjadi tuan rumah bagi gelaran Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 yang berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi wadah strategis bagi sekitar 350 pelaku ekonomi global untuk merumuskan masa depan bisnis yang lebih etis.

Mengusung tema besar "Towards Dharmanomics: Designing the Future", konferensi ini menghadirkan delegasi dari sepuluh negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, India, hingga Amerika Serikat. Fokus utama acara ini adalah mengintegrasikan nilai-nilai Dharmanomics—sebuah konsep pembangunan ekonomi yang mengedepankan keberlanjutan, integritas, dan kesejahteraan bersama—ke dalam praktik bisnis modern.

Dr. Ketut Jaman, Wakil Ketua Panitia GHBC 2026, menekankan bahwa forum ini didesain bukan sekadar sebagai ajang diskusi, melainkan katalisator konkret bagi investasi dan kemitraan lintas negara. Selain diskusi panel dan pameran bisnis, panitia juga memberikan dukungan bagi talenta muda dengan menyediakan kuota khusus bagi ratusan mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan investor serta tokoh bisnis internasional.

Secara ekonomi, perhelatan ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pariwisata dan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) di Bali. Sinergi antara UNHI, Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), serta didukung oleh Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) menjadi bukti komitmen Bali dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berdaya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.

Acara ini pun turut dihadiri oleh deretan tokoh berpengaruh dunia di bidang investasi dan diplomasi. Kehadiran para praktisi dari berbagai penjuru dunia diharapkan mampu melahirkan inisiatif inovatif yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat luas dan komunitas bisnis dunia secara inklusif.