Peta politik nasional menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menghangat dengan munculnya kekuatan politik baru. Partai Gerakan Rakyat, yang sebelumnya berkiprah sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas), kini resmi bertransformasi menjadi partai politik dan secara terbuka membidik mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai figur utama yang akan diusung.

Langkah strategis ini ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai tersebut. Pihaknya menaruh harapan besar agar Anies bersedia menjadi motor penggerak sekaligus calon presiden dari partai baru ini pada kontestasi politik lima tahunan mendatang.

Menanggapi wacana tersebut, Anies Baswedan belum memberikan pernyataan resmi terkait peluang kerja sama ini. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, mantan calon presiden Pilpres 2024 ini menegaskan bahwa pembicaraan mengenai Pilpres 2029 masih terlalu dini untuk dibahas, mengingat fokus publik saat ini seharusnya tertuju pada berbagai agenda pembangunan nasional yang lebih mendesak.

Meskipun memiliki basis pendukung yang relatif solid pasca-Pilpres 2024, jalan Anies bersama partai baru ini diprediksi tidak mudah. Sebagai parpol pendatang baru, Partai Gerakan Rakyat harus terlebih dahulu melewati tahapan verifikasi faktual yang ketat, membangun struktur organisasi hingga ke tingkat daerah, serta merumuskan strategi koalisi guna memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Para pengamat politik menilai kehadiran Partai Gerakan Rakyat dapat memberikan alternatif baru dalam lanskap politik Indonesia. Namun, keberhasilan wacana ini sangat bergantung pada efektivitas konsolidasi internal partai dalam beberapa tahun ke depan serta dinamika politik nasional yang masih sangat cair menjelang tahun pemilu.