Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyusun strategi matang untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan dihelat di Kabupaten Paser. Fokus utama IMI Kukar kini terbagi pada dua cabang olahraga andalan, yaitu balap motor dan Mini 4WD.

Sekretaris Pengcab IMI Kukar, Adji Ades Caritabuana, menyatakan bahwa optimisme tinggi disematkan pada cabang Mini 4WD, khususnya untuk kelas Dash dan Tuned. Keyakinan tersebut muncul setelah atlet asal Kukar berhasil menyabet medali emas pada ajang PON Aceh-Sumut lalu, meski saat itu cabang tersebut masih berstatus eksibisi.

Untuk mengamankan target emas di Porprov nanti, IMI Kukar telah mempersiapkan atlet-atlet unggulannya, di antaranya Fandrayoda Kastara Gafila, Tayyib Sultan, Nofan, dan Riki Nur Fazri. Mereka diharapkan mampu menjadi tumpuan utama dalam perolehan medali bagi kontingen Kutai Kartanegara.

Di sisi lain, IMI Kukar juga berupaya mempertahankan dominasi di cabang balap motor. Berbekal capaian satu medali emas dan satu medali perunggu pada Porprov sebelumnya di Berau, pihak pengurus bertekad untuk menyamai atau bahkan melampaui raihan prestasi tersebut di ajang mendatang.

Namun, persiapan kali ini tidak sepenuhnya mulus. Adji Ades menyayangkan keputusan panitia penyelenggara yang meniadakan kelas Expert U23-U40 dalam cabang balap motor karena alasan efisiensi anggaran. Mengingat nomor tersebut merupakan salah satu lumbung medali bagi Kukar, pihaknya kini terpaksa melakukan penyesuaian strategi.

Meski menghadapi kendala tersebut, IMI Kukar berkomitmen untuk tetap fokus pada nomor-nomor yang masih dipertandingkan. Seluruh pihak terkait diimbau untuk terus memberikan dukungan penuh guna memotivasi para atlet agar mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi ini.