Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang teknologi satelit dan keantariksaan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini diwujudkan melalui diskusi bertajuk 'Penguatan Kolaborasi Inovasi Teknologi Satelit dan Keantariksaan' yang berlangsung di Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, pada Kamis (9/7).

Pertemuan tingkat tinggi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., serta Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Prof. Dr.-Ing. Ir. Wahyudi Hasbi. Hadir pula perwakilan dari KBRI New Delhi dan pimpinan PT Len Industri (Persero) yang memberikan perspektif mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam ekosistem antariksa tanah air.

Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, menekankan bahwa pola kerja sama kolaboratif merupakan kunci efisiensi riset saat ini. Menurutnya, mengintegrasikan kapabilitas yang dimiliki perguruan tinggi dengan fasilitas BRIN serta dukungan industri akan menciptakan sinergi yang jauh lebih berdampak dibandingkan jika dilakukan secara individual.

Menanggapi potensi tersebut, Prof. Wahyudi Hasbi dari BRIN menyatakan bahwa pengembangan satelit adalah bidang multidisiplin yang membutuhkan keterlibatan lintas ilmu, mulai dari teknik mesin, elektronika, hingga hukum. Ia menegaskan bahwa BRIN berkomitmen membuka akses fasilitas laboratorium risetnya bagi sivitas akademika UNDIP agar pengembangan inovasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien tanpa harus dibebani investasi peralatan baru di tahap awal.

Diskusi interaktif ini menghasilkan berbagai poin tindak lanjut, termasuk rencana riset bersama, program magang, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dengan keterlibatan PT Len Industri sebagai mitra strategis, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi nasional sekaligus memberikan solusi nyata bagi persoalan bangsa melalui pemanfaatan data serta teknologi satelit.