Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, secara tegas menepis informasi yang beredar di berbagai platform media sosial terkait kabar erupsi Gunung Semeru. Narasi yang menyebutkan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa tersebut telah meletus dipastikan tidak memiliki dasar fakta yang valid.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh konten menyesatkan yang berpotensi memicu keresahan publik. Ia menegaskan bahwa setiap informasi mengenai aktivitas vulkanik harus disikapi dengan bijak dan hanya merujuk pada otoritas yang berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kabar yang simpang siur di media sosial. Sangat penting untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada pemerintah daerah, BPBD, atau petugas di Pos Pantau Gunung Semeru sebelum menyebarkannya kembali," ujar Isnugroho, Selasa (4/5/2026).
Hingga saat ini, pembaruan data mengenai aktivitas Gunung Semeru tetap mengacu secara tunggal pada laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat diminta untuk tetap tenang, senantiasa waspada, serta mematuhi arahan resmi dari petugas di lapangan terkait mitigasi bencana.