Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Jawa Timur telah kembali berjalan kondusif. Langkah ini diambil menyusul pemantauan intensif yang dilakukan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna memastikan penyaluran energi tepat sasaran.
Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan percepatan distribusi pasca terjadinya antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Monitoring lapangan yang melibatkan jajaran Ditjen Penegakan Hukum Kementerian ESDM dan Ombudsman dilakukan secara simultan sejak awal Juli 2026.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa antrean panjang di jalur strategis seperti Surabaya hingga Gresik kini telah melandai. Kondisi tersebut sebelumnya dipicu oleh lonjakan aktivitas logistik yang signifikan dari Pelabuhan Tanjung Perak, ditambah dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.
Untuk merespons tingginya permintaan, Pertamina menerapkan strategi operasional khusus, termasuk pengoperasian mobil tangki selama 24 jam serta optimalisasi skema alih suplai dari terminal BBM terdekat. Langkah ini diprioritaskan pada titik-titik krusial, seperti SPBU di ruas Tol Surabaya-Gempol dan kawasan industri Tambak Langon.
Selain mempercepat pasokan, pihak pengelola juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas setempat untuk memastikan antrean di SPBU tidak menghambat kelancaran arus lalu lintas umum. Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam penggunaan energi, sembari menjamin bahwa stok BBM di seluruh terminal dan SPBU Jawa Timur dalam kondisi aman.