Jember, 5 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menempatkan sektor pendidikan sebagai instrumen vital dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa investasi pembangunan daerah yang paling strategis terletak pada peningkatan kualitas pendidikan yang selaras dengan tuntutan era transformasi digital.

Menurut Bupati Fawait, arah kebijakan pendidikan di Jember akan diarahkan pada pengintegrasian teknologi ke dalam sistem pembelajaran. Langkah ini diambil agar para peserta didik tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, daya kritis, dan kreativitas yang tinggi di tengah arus perubahan teknologi yang kian cepat.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kurikulum yang mampu melahirkan wirausahawan baru melalui pengembangan ekonomi kreatif. Pendidikan diharapkan menjadi ruang inkubasi bagi generasi muda untuk menciptakan peluang kerja secara mandiri, bukan sekadar mencetak tenaga kerja siap pakai. Keterampilan kepemimpinan dan pemecahan masalah pun menjadi fokus utama yang akan dimasukkan ke dalam kerangka pengembangan kurikulum daerah.

Komitmen ini diperkuat dengan hasil evaluasi yang diperoleh Bupati Fawait selama mengikuti Konferensi Pendidikan Indonesia 2026. Ia menyatakan bahwa berbagai gagasan inovatif dari forum tersebut akan diadaptasi untuk memperkuat kebijakan pendidikan di Jember, sehingga dapat melahirkan generasi muda yang lebih produktif, mandiri, dan mampu berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.