Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 kini tidak hanya dipandang sebagai ajang peragaan busana berskala internasional. Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa karnaval tahunan ini memegang peran strategis sebagai motor penggerak perekonomian daerah, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Gus Fawait menjelaskan bahwa selain menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat, JFC membuka peluang usaha yang sangat besar. Dengan tingginya antusiasme pengunjung domestik maupun mancanegara, perputaran uang di sektor informal meningkat tajam selama pagelaran berlangsung.
Selain dampak ekonomi langsung, ajang mode jalanan ini juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda di sektor industri kreatif. Kabupaten Jember, yang dikenal memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional di bidang kebudayaan dan politik, kini semakin memperkuat reputasinya melalui talenta-talenta baru di dunia karnaval.
Pemerintah Kabupaten Jember pun berkomitmen memastikan setiap kegiatan publik yang didanai daerah memiliki dampak nyata. Gus Fawait telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan kalkulasi yang cermat sebelum menyelenggarakan acara, sehingga setiap investasi daerah memberikan timbal balik ekonomi langsung bagi kesejahteraan warga.