Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., memimpin langsung jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam rangkaian upacara bhakti penganyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/7). Kehadiran rombongan besar ini menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga sradha serta memelihara nilai-nilai spiritual dan tradisi Hindu di tanah rantau.

Persembahyangan khidmat tersebut diikuti oleh jajaran lengkap mulai dari Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, hingga ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tabanan. Antusiasme yang tinggi ini mencerminkan dedikasi kolektif dalam melaksanakan kewajiban keagamaan di salah satu pura terbesar bagi umat Hindu di Jawa Timur tersebut.

Sebelum ritual utama dimulai, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turut berpartisipasi dalam prosesi sakral dengan mempersembahkan Tari Rejang Tridatu. Penampilan yang dibawakan dengan ketulusan ini menjadi bentuk pengabdian nyata, sekaligus mempererat semangat 'ngayah'—gotong royong tanpa pamrih—yang menjadi fondasi filosofis kehidupan masyarakat Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menekankan bahwa kehadiran jajaran Pemkab Tabanan bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya paripurna untuk menyelaraskan kehidupan sekala dan niskala. Ia juga memberikan apresiasi atas kekompakan seluruh elemen masyarakat Tabanan yang senantiasa menjaga kerukunan dan semangat berbhakti di berbagai wilayah di Indonesia.

Pihak pengelola Pura Mandhara Giri Semeru Agung, melalui Ketua PHDI Lumajang, Teguh Widodo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Tabanan. Ia menilai bahwa delegasi dari Tabanan merupakan salah satu yang paling lengkap dan konsisten dalam melaksanakan kewajiban bhakti penganyar, yang turut mempererat tali persaudaraan antara masyarakat Bali dan umat Hindu setempat.