PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif ekonomi kerakyatan melalui raihan kinerja keuangan yang solid. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026), perseroan resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346,00 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Angka fantastis ini merupakan dividen terbesar dalam sejarah berdirinya bank pelat merah tersebut.

Pencapaian ini didasarkan pada perolehan laba tahun berjalan konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa dividen jumbo ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta kontribusi nyata bagi kas negara.

Di bawah supervisi Danantara, BRI kini tengah mengakselerasi program transformasi bertajuk "BRIVolution Reignite". Fokus utama transformasi ini mencakup penguatan struktur pendanaan, digitalisasi layanan melalui aplikasi BRImo dan Qlola, serta peningkatan efisiensi biaya dana (cost of fund) yang sukses ditekan hingga ke level 2,3 persen pada Triwulan I 2026.

Kinerja positif BRI tidak hanya terlihat dari sisi profitabilitas, tetapi juga dari keberlanjutan fungsi intermediasi. Hingga Mei 2026, perseroan telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun, atau hampir separuh dari target tahunan. Selain itu, BRI terus memperluas dukungannya pada sektor perumahan rakyat dengan menaikkan alokasi KPP menjadi Rp12 triliun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan hunian masyarakat.

Menanggapi transformasi ini, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa bank-bank Himbara. Menurutnya, sinergi yang terbangun di bawah supervisi Danantara terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam memacu sektor produktif seperti UMKM, hilirisasi sumber daya alam, dan penciptaan lapangan kerja secara luas.

Melalui semangat "Satu Bank untuk Semua" yang diusung dalam rebranding korporasi, BRI optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini. Dengan fondasi bisnis yang kini jauh lebih terdiversifikasi melalui kontribusi entitas anak yang mencapai 25,1 persen terhadap laba bersih, BRI siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan dengan tetap mengedepankan DNA keberpihakan kepada rakyat.