Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia resmi menginisiasi program nasional bertajuk "Indonesia Berkiblat", sebuah gerakan verifikasi arah kiblat serentak untuk memperingati Rashdul Qiblat 1.448 Hijriah pada tahun 2026 mendatang. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan arah kiblat masyarakat di seluruh penjuru tanah air dengan memanfaatkan fenomena astronomis alami.
Fenomena Rashdul Qiblat terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Dalam kondisi ini, bayangan dari benda tegak lurus di permukaan bumi akan mengarah tepat ke arah kiblat. Metode ini dinilai sangat efektif karena memungkinkan masyarakat awam melakukan kalibrasi arah kiblat secara mandiri dan akurat, selama kondisi cuaca mendukung dan langit dalam keadaan cerah.
Pihak Kemenag telah menyusun jadwal pelaksanaan yang terukur untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pemantauan di titik lokasi masing-masing. Masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi dalam gerakan ini dapat melakukan proses pendaftaran secara daring melalui portal resmi Indonesia Berkiblat yang telah disediakan oleh pemerintah.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memberikan edukasi sekaligus solusi praktis bagi umat Islam di Indonesia untuk memastikan kesesuaian arah kiblat di tempat ibadah maupun lingkungan tempat tinggal. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sains astronomi dalam mendukung praktik ibadah yang lebih presisi sesuai kaidah syariat.