Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kini menjadi wadah bagi para tenaga medis muda yang memiliki visi mulia dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Kehadiran angkatan pertama program ini mencerminkan keberagaman latar belakang, namun dipersatukan oleh satu komitmen: memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang masih minim akses spesialis.

Annisa Nurisyauqi, salah satu mahasiswa asal Kepulauan Masalembu, Sumenep, membawa misi personal yang mendalam. Terinspirasi dari perjuangan sang ibu yang berprofesi sebagai bidan di wilayah kepulauan dengan keterbatasan fasilitas, Annisa bertekad menempuh pendidikan spesialis agar dapat memberikan pelayanan medis yang lebih mumpuni bagi masyarakat di tanah kelahirannya. Baginya, langkah ini bukan sekadar peningkatan karier profesional, melainkan pengabdian tulus yang didukung penuh oleh keluarga.

Di sisi lain, Sonia Elvira Salim, dokter lulusan Universitas Udayana, memilih Unusa setelah menuntaskan pengabdiannya di Kalimantan. Pengalaman lapangan di wilayah tersebut menyadarkannya bahwa masalah kesehatan, khususnya stunting dan gizi buruk, harus ditangani secara komprehensif mulai dari masa prakonsepsi hingga persalinan. Sonia menilai, budaya akademik Unusa yang inklusif serta reputasi kampusnya menjadi faktor utama yang membuatnya mantap memilih institusi ini sebagai tempat mendalami ilmu kandungan.

Sistem pembelajaran di Unusa yang menekankan pada inovasi, pendekatan humanistik, serta keahlian khusus dalam nutrisi janin, menjadi daya tarik utama bagi para dokter muda ini. Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Prof. Budi Santoso, menegaskan bahwa keberagaman mahasiswa dalam angkatan pertama ini adalah bukti nyata komitmen universitas sebagai rumah bagi siapa saja yang ingin mengabdi untuk Indonesia, tanpa memandang perbedaan latar belakang.