Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat sektor pelayanan kesehatan masyarakat melalui peluncuran inovasi Mobile CKG (Mobile Cek Kesehatan Gratis). Program yang digagas oleh Puskesmas Kom Yos Sudarso ini bertujuan untuk memangkas hambatan akses kesehatan dengan menghadirkan layanan pemeriksaan langsung di ruang publik, seperti supermarket, area bazar, hingga kegiatan komunitas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendorong kesadaran deteksi dini penyakit di kalangan warga tanpa terhalang kendala jarak atau waktu.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pontianak juga tengah melakukan penanganan intensif terhadap insiden keracunan makanan yang menimpa 56 warga di Pontianak Utara. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan bahwa seluruh biaya perawatan medis para korban, mulai dari pemeriksaan hingga pemberian obat-obatan di RSUD Pontianak Utara, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Saat ini, otoritas kesehatan tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Selain isu layanan kesehatan, Pemerintah Kota Pontianak bersama pihak kepolisian turut menekankan pentingnya menjaga integritas kegiatan sosial, khususnya donor darah. Dalam peringatan HUT ke-54 PMI Kota Pontianak, Wali Kota menyoroti defisit stok darah yang masih terjadi setiap harinya. Ia mengajak warga untuk menjadi pendonor sukarela guna membantu sesama.
Terkait hal tersebut, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan berkedok permintaan donor darah. Pihak kepolisian mencatat adanya laporan upaya permintaan imbalan uang oleh oknum tidak bertanggung jawab kepada keluarga pasien. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi kebutuhan darah melalui saluran resmi PMI atau pihak rumah sakit dan mengabaikan segala bentuk tawaran transaksional yang mengatasnamakan aksi kemanusiaan.