Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dinamika likuiditas yang menarik pada sektor teknologi di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 dari 35 perusahaan yang melantai di bursa, terlihat perbedaan signifikan dalam pengelolaan cadangan kas di antara para pelaku industri digital nasional.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tampil sebagai pemimpin pasar dengan kepemilikan kas dan setara kas mencapai Rp22,73 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,5% secara year-to-date (YtD) dibandingkan dengan posisi kas perusahaan pada akhir tahun 2025.

Data ini disusun berdasarkan nilai laporan keuangan yang dikonversi dari mata uang dolar AS ke rupiah, dengan menggunakan acuan kurs Rp16.993 per dolar AS untuk periode kuartal pertama tahun 2026. Posisi ini mengukuhkan GOTO sebagai emiten dengan bantalan likuiditas paling kuat di sektor teknologi domestik.

Selain GoTo, jajaran 10 besar emiten teknologi dengan kas terbesar menunjukkan betapa krusialnya manajemen arus kas bagi keberlangsungan operasional dan ekspansi perusahaan teknologi di tengah fluktuasi ekonomi global yang turut memengaruhi nilai tukar mata uang.