Industri teknologi global semakin membuktikan diri sebagai ruang yang ramah bagi kepemimpinan perempuan yang merintis kesuksesan dari nol. Dalam rilis terbaru Forbes Self-Made Women 2025, sebanyak 25 dari 100 perempuan terkaya mandiri di Amerika Serikat berasal dari sektor teknologi, menandai pergeseran dominasi gender di industri yang selama ini identik dengan kaum pria.
Di posisi teratas sektor teknologi berdiri Judy Faulkner, pendiri sekaligus sosok di balik kesuksesan raksasa perangkat lunak kesehatan, Epic Systems. Dengan estimasi kekayaan mencapai 7,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp139,9 triliun (berdasarkan kurs Rp17.938,50 per dolar AS), Faulkner menempati peringkat kedua secara umum dan memimpin daftar perempuan terkaya di jagat teknologi. Perjalanannya dimulai sejak tahun 1979 dari sebuah ruang bawah tanah sederhana di Wisconsin hingga bertransformasi menjadi penyedia sistem rekam medis elektronik terbesar di AS.
Mengikuti di posisi berikutnya adalah Thai Lee, CEO SHI International, dengan kekayaan bersih senilai 6,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp109,4 triliun. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan penyedia layanan teknologi informasi ini tumbuh menjadi kekuatan besar dengan pendapatan tahunan menembus angka 16 miliar dolar AS. Tempat ketiga diisi oleh Jayshree Ullal, CEO Arista Networks, yang mencatatkan kekayaan sebesar 4,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,9 triliun berkat perannya dalam memperkuat infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).
Selain para pendiri, daftar bergengsi ini juga menyoroti para eksekutif tangguh yang sukses membawa perusahaan mereka ke puncak kejayaan. Nama-nama seperti mantan Chief Operating Officer Meta Sheryl Sandberg (2,3 miliar dolar AS), CEO AMD Lisa Su (820 juta dolar AS), serta Presiden SpaceX Gwynne Shotwell (1,2 miliar dolar AS) turut memperpanjang daftar ini. Kehadiran pemimpin perempuan lainnya dari Oracle, Cloudflare, hingga Nvidia menegaskan bahwa jalan menuju kesuksesan finansial dan pengaruh global kini terbuka lebar baik bagi pendiri maupun eksekutif profesional.
Menguatnya keterwakilan perempuan di berbagai subsektor teknologi—mulai dari semikonduktor, infrastruktur siber, hingga pengembangan AI—menunjukkan perubahan lanskap bisnis yang signifikan. Keberhasilan para tokoh ini diharapkan tidak hanya menginspirasi inovasi baru yang lebih inklusif, melainkan juga memotivasi generasi muda perempuan untuk berkarier dan memimpin di sektor-sektor strategis masa depan.