Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional resmi menginisiasi Gerakan Indonesia Aktif sebagai langkah strategis untuk memperluas partisipasi publik dalam aktivitas fisik. Melalui gerakan ini, KORMI berupaya mengampanyekan pentingnya kebiasaan berolahraga demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bugar secara merata di seluruh tanah air.
Sekretaris Jenderal KORMI Nasional, Kemalsyah Nasution, mengungkapkan bahwa visi utama gerakan nasional ini adalah memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Sinergi yang kuat antara Induk Organisasi Olahraga (INORGA), institusi pemerintah, sektor swasta, dan berbagai komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini di lapangan. Hal tersebut disampaikannya dalam acara diskusi Bincang Bugar di Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda.
Gerakan Indonesia Aktif ditopang oleh lima pilar program utama yang dirancang secara komprehensif, yakni Minggu Bugar, Sport Festival, Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS), KORMI Akademi, dan Bincang Bugar. Setiap program menyasar aspek yang berbeda, mulai dari tingkat partisipasi akar rumput hingga peningkatan tata kelola organisasi.
Program Minggu Bugar memanfaatkan ruang publik seperti kawasan bebas kendaraan (car free day) dan taman kota untuk memfasilitasi aktivitas fisik santai keluarga. Sementara itu, Sport Festival diselenggarakan di tingkat daerah sebagai wadah unjuk gigi bagi berbagai INORGA sekaligus sarana edukasi langsung bagi publik mengenai keragaman jenis olahraga masyarakat.
KORMI juga fokus pada pembenahan internal lewat KORMI Akademi yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM dan manajemen organisasi. Di sisi lain, Bincang Bugar hadir sebagai ruang edukasi publik interaktif melalui siniar (podcast) dan diskusi terbuka, sedangkan FORNAS tetap dipertahankan sebagai ajang pemuncak berskala nasional yang berdampak positif pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Kemalsyah menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan Gerakan Indonesia Aktif bukan terletak pada kuantitas acara yang digelar, melainkan konsistensi masyarakat dalam berolahraga melalui komunitas yang sesuai dengan minat mereka. Penyediaan akses informasi yang luas dinilai menjadi jembatan penting agar masyarakat dapat dengan mudah menemukan wadah olahraga yang tepat.