Universitas Teuku Umar (UTU) kembali memperkuat sinergi dengan Universitas Cipta Mandiri (UNCM) melalui peluncuran Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tahun kedua di Desa Suak Sigadeng, Aceh Barat, pada Jumat (10/7/2026). Inisiatif strategis ini menyasar 40 pelaku usaha peternak itik yang terhimpun dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Beujroh dan Kelompok Tani Baro Tabina guna mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal.

Program yang mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini hadir sebagai solusi atas kendala kapasitas produksi dan rendahnya nilai jual komoditas peternakan warga. Tim lintas disiplin yang dipimpin oleh Dr. Izwar, S.Pd.I., M.Pd. berfokus pada peningkatan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi tepat guna dan diversifikasi hasil olahan telur.

Sebagai bentuk intervensi konkret, tim pengabdian memberikan pelatihan pembuatan kerupuk telur asin guna memberikan nilai tambah pada produk segar. Selain itu, para peternak kini mulai beralih menggunakan pakan alternatif berbasis tanaman Azolla untuk menekan biaya operasional. Dukungan teknis juga diperkuat dengan penyerahan bantuan berupa mesin pelet multifungsi serta mesin penetas telur modern dengan kapasitas hingga 1.000 butir.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Izwar, menegaskan bahwa pendampingan ini dirancang untuk mengubah pola pikir peternak dari metode konvensional menuju pengelolaan usaha yang mandiri dan profesional. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek teknis, mulai dari pemahaman biosekuriti, strategi pemasaran digital, hingga penguasaan operasional perangkat mesin canggih.

Pemerintah Gampong Suak Sigadeng menyambut antusias kehadiran teknologi ini. Akmal Fata, perwakilan pemerintah desa, menilai bahwa bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi usaha peternak, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini diharapkan menjadi katalisator kemandirian ekonomi bagi warga desa di wilayah Aceh Barat.