Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) resmi menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menginisiasi program Peningkatan Literasi Regulasi di bidang Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang dikenal sebagai PATRIOTISME. Program yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di Kampus MERR-C ini bertujuan membekali mahasiswa dan akademisi dengan pemahaman mendalam mengenai standar keamanan produk serta regulasi yang berlaku di tanah air.

Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Dra. Imelda Estheriana, menekankan pentingnya sinergi antara dunia riset dan kebutuhan industri. Ia menyoroti banyaknya hasil penelitian yang terbuang sia-sia karena gagal dihilirisasi akibat ketidaksesuaian dengan regulasi komersial. Melalui platform BRIDGE (Bersinergi dalam Riset Inovatif berDaya saing Global dan Ekspansi pasar), BPOM berupaya memfasilitasi mahasiswa dan dosen untuk menjembatani inovasi mereka ke sektor industri yang lebih luas.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BPOM telah menjalin kemitraan dengan GP Jamu, Perkosmi, dan APSKI untuk memberikan jalur percepatan atau fast-track perizinan bagi produk hasil riset yang lahir dari platform BRIDGE. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa inovasi dari perguruan tinggi dapat diserap oleh pelaku usaha, termasuk UMKM yang memiliki keterbatasan fasilitas riset mandiri.

Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Dian Putri Anggraweni, menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab kolektif antara pemerintah sebagai regulator, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai konsumen. Ia pun memberikan edukasi mendasar mengenai klasifikasi obat bahan alam sesuai UU No. 17 Tahun 2023, yang terbagi ke dalam kategori Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka.

Menutup sesi tersebut, para mahasiswa diajak untuk membudayakan kampanye Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) dalam setiap aktivitas konsumsi produk. Untuk mempermudah akses informasi regulasi secara mandiri, BPOM kini telah menyediakan layanan konsultasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Prima yang dapat diakses selama 24 jam penuh.