Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, menjadi saksi antusiasme peserta dalam perhelatan Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026, Sabtu (4/7). Sebanyak 18 sekolah yang mencakup Sekolah Luar Biasa (SLB), sekolah inklusi, serta komunitas penyandang disabilitas dari berbagai wilayah hadir untuk berkompetisi dalam semangat sportivitas.
Direktur London School Beyond Academy (LSBA), Dr. Chrisdina Wempi, M.Si., selaku co-organizer kegiatan ini, menegaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk memperluas ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas. Ia meyakini bahwa keterlibatan aktif dalam olahraga mampu menjadi instrumen efektif dalam mengasah keterampilan, membangun karakter, serta meningkatkan kemampuan interaksi sosial bagi para peserta.
Lebih lanjut, Chrisdina menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif di Indonesia. Melalui atmosfer kompetisi yang suportif, diharapkan Anak Berkebutuhan Khusus dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki keberanian untuk mengeksplorasi potensi diri mereka di berbagai sektor kehidupan.
Pihak penyelenggara berkomitmen agar kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang tanding, melainkan sebagai batu loncatan bagi para atlet muda untuk mengikuti kompetisi di level yang lebih tinggi di masa depan. Harapannya, suksesnya acara ini dapat memicu keterlibatan pihak lain untuk bersama-sama mengukuhkan budaya olahraga yang ramah, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh penyandang disabilitas di tanah air.