Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, secara resmi meluncurkan sistem irigasi tetes berbasis pemanfaatan air wudhu dan grey water di SMA Negeri 7 Tanjungpinang pada Selasa (4/8). Sistem tersebut merupakan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dikembangkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam sambutannya, Lis Darmansyah menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan sumbangsih keilmuan para mahasiswa UGM bagi kemajuan wilayahnya. Ia menilai, program daur ulang air wudhu ini merupakan solusi nyata yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjawab kebutuhan praktis di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, Lis mendorong pihak SMA Negeri 7 Tanjungpinang dan instansi terkait untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dianggap krusial dalam melahirkan berbagai inovasi aplikatif yang menunjang pembangunan berkelanjutan di Kota Tanjungpinang.

Di akhir arahannya, Wali Kota juga berpesan kepada para mahasiswa KKN agar memaksimalkan sisa waktu pengabdian mereka. Ia berharap mereka terus menularkan inspirasi, motivasi, serta gagasan kreatif kepada generasi muda setempat sebelum masa tugas mereka berakhir.