Pemerintah Kota Semarang terus berkomitmen memperkuat ekosistem industri lokal melalui inisiatif mempertemukan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dengan kalangan pebisnis. Langkah strategis ini diwujudkan melalui acara Temu Bisnis yang menjadi bagian dari percepatan Program Waras Ekonomi.
Dalam agenda yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) tersebut, sebanyak 10 pelaku usaha besar berkomitmen menjalin kerja sama dengan 21 IKM lokal. Kemitraan ini mencakup pemasaran lebih dari 40 produk lokal, dengan harapan komoditas kreatif ini dapat diserap secara optimal, khususnya oleh sektor perhotelan di Kota Atlas untuk disajikan kepada para tamu.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Arwita Mawarti, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.600 IKM yang tersebar di 24 sentra industri di Kota Semarang, mulai dari sektor kuliner khas seperti lumpia dan bandeng, hingga kerajinan tangan, logam, dan batik. Untuk mendukung kemudahan operasional dan mempercepat pengelolaan sentra industri ini, pihaknya tengah mengembangkan sistem digital terintegrasi bernama Smart Indigo.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut positif kolaborasi nyata ini. Menurutnya, temu bisnis tersebut menjadi fondasi penting untuk mempersiapkan Kota Semarang menyongsong rencana pembangunan tahun 2027 yang bertumpu pada akselerasi ekonomi dan sektor pariwisata daerah.
Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah akan menyiapkan pendampingan menyeluruh, mulai dari penyelenggaraan kelas pembekalan (coaching clinic), presentasi produk (pitching), hingga fasilitasi perizinan seperti PIRT, sertifikasi halal, dan promosi digital. Pola pendampingan ini nantinya disesuaikan dengan kapasitas dan orientasi masing-masing pelaku usaha, baik yang berfokus memperkuat pasar domestik maupun yang siap merambah pasar ekspor.