Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, menekankan urgensi adaptasi metode dakwah di era modern. Dalam acara Silahturrahim Hidmat & IHM Muslimat NU Jawa Timur di Kota Batu, Khofifah mengajak para pendakwah untuk beralih dari pola konvensional menuju pemanfaatan teknologi digital secara lebih masif.

Menurut Khofifah, format digital memungkinkan pesan keagamaan diakses kapan saja dan di mana saja tanpa terikat hambatan geografis. Ia menyoroti pentingnya langkah 'hijrah' digital ini agar dakwah tetap relevan dengan perkembangan zaman, berkaca pada kesiapan anggota Muslimat NU yang sebenarnya telah mulai beradaptasi sejak masa pandemi COVID-19.

Lebih lanjut, Khofifah mendorong peningkatan kapasitas pendakwah agar mampu menciptakan inovasi konten, seperti penggunaan format visual kartun untuk edukasi anak-anak. Hal ini dipandang krusial untuk memikat minat generasi Z dengan pendekatan bahasa yang lebih segar serta tema-tema yang dekat dengan realitas kehidupan mereka, seperti motivasi pengembangan diri dan karier.

Menanggapi pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI), Khofifah menilai teknologi tersebut sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas jika digunakan dengan bijak. Ia mengingatkan agar para pendakwah senantiasa waspada dan tidak memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan hoaks atau konten yang merendahkan martabat orang lain.

Penggunaan AI, imbuhnya, harus tetap berlandaskan pada prinsip kebenaran dan kemaslahatan umat. Dengan penguasaan teknologi yang tepat, ia optimistis Muslimat NU mampu menjembatani kesenjangan komunikasi antar generasi dan memperluas jangkauan dakwah secara lebih inklusif.