Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen mempercepat transformasi sektor pertanian melalui ajang Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026. Acara yang berlangsung selama tujuh hari di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, ini menjadi panggung utama bagi ribuan petani untuk mengadopsi teknologi modern sekaligus membuka akses luas terhadap sarana produksi dan permodalan usaha tani.
Mengusung semangat "Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan", kegiatan ini menghadirkan sedikitnya 77 pelaku industri pertanian. Para peserta pameran meliputi sektor penyedia benih unggul, pupuk, pestisida, serta produsen alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, sektor perbankan juga turut ambil bagian untuk memberikan edukasi literasi keuangan bagi petani.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menegaskan bahwa kehadiran berbagai pelaku usaha ini sangat krusial. "Langkah ini memudahkan petani dalam mengakses informasi teknologi yang tepat serta memilih sarana produksi berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan lahan mereka," ujarnya.
Dalam perhelatan yang jauh lebih masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ini, sebanyak 14.000 petani ditargetkan hadir. Sebanyak 6.000 di antaranya berpartisipasi dalam program Temu Tani, di mana mereka dibagi ke dalam 150 kelas pembelajaran intensif agar mampu menyerap materi secara spesifik sesuai bidang garapan masing-masing.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, menambahkan bahwa kegiatan ini juga berfungsi sebagai magnet bagi generasi muda. Harapannya, inovasi dan teknologi yang dipamerkan dapat mengubah persepsi kaum milenial bahwa dunia pertanian adalah sektor yang modern, prospektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, mengapresiasi langkah strategis Pemkab Kediri. Ia menilai bahwa tantangan di lapangan dapat diselesaikan dengan integrasi teknologi yang tepat guna, yang pada akhirnya akan memperkuat produktivitas pangan di tingkat daerah hingga nasional.