Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat perannya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur riset mutakhir. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen penuh untuk mendukung prioritas pemerintah dalam mencapai swasembada pangan melalui hilirisasi riset dan modernisasi sektor pertanian di tengah tantangan iklim global.

Langkah strategis tersebut diwujudkan dengan dimulainya pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction di Fakultas Pertanian UGM. Fasilitas ini dirancang sebagai paradigma baru pertanian yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, serta prinsip pertanian presisi untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan. Rektor berharap, kehadiran fasilitas ini dapat meningkatkan daya saing hortikultura nasional sekaligus memperkuat kedaulatan benih dalam negeri.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, menyatakan bahwa pembangunan gedung ini merupakan investasi jangka panjang bagi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian. Ia menekankan pentingnya fasilitas ini sebagai wadah bagi generasi penerus untuk melakukan eksperimen ilmiah yang aplikatif bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, mengungkapkan rencana universitas untuk mempercepat pemuliaan tanaman melalui pembangunan tujuh unit greenhouse baru. Selain itu, UGM akan mengonsolidasikan para peneliti dari berbagai fakultas guna memastikan inovasi seperti benih Melon Hibrida Premium yang baru saja dipanen perdana dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Peresmian proyek ini bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 UGM. Momentum tersebut tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga simbolisasi keberhasilan hilirisasi riset kampus yang kini mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri pertanian nasional.