PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menegaskan komitmen strategisnya untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital dan energi hijau di Indonesia. Emiten di bawah naungan Grup Sinar Mas ini tengah membangun platform infrastruktur digital end-to-end yang mengintegrasikan konektivitas, pusat data, komputasi edge, hingga kecerdasan buatan (AI) untuk menjawab tantangan transformasi digital nasional.

Kinerja finansial perseroan pada kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan pertumbuhan yang solid. DSSA membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 693,2 juta dengan laba periode berjalan mencapai US$ 118,5 juta. Selain itu, hingga 31 Maret 2026, perusahaan mencatat total aset senilai US$ 4,6 miliar, didukung oleh ekuitas sebesar US$ 2,4 miliar.

Sektor infrastruktur digital menjadi kontributor signifikan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 50% secara tahunan (yoy), yakni mencapai US$ 69,1 juta. Lonjakan ini didorong oleh penguatan kapabilitas melalui entitas MoraRepublic, yang kini mengoperasikan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 166 ribu kilometer. Langkah strategis terbaru DSSA mencakup akuisisi saham PT Bali Media Telekomunikasi, yang memberikan kepemilikan tidak langsung di PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) untuk memperkokoh ekosistem digital perusahaan.

Di samping akselerasi digital, DSSA juga fokus pada transisi energi melalui tiga pilar utama. Pertama, implementasi konsep 'green mining' dengan elektrifikasi armada di sektor pertambangan untuk menekan emisi karbon. Kedua, pengembangan potensi panas bumi sebesar 440 MW melalui kemitraan strategis di berbagai wilayah Indonesia. Terakhir, penguatan rantai pasok energi bersih melalui pabrik panel surya berkapasitas 1 GW di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Seluruh rangkaian inisiatif ini merupakan perwujudan visi jangka panjang DSSA dalam mendukung target netral karbon Indonesia pada tahun 2050, sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan lanskap teknologi dan lingkungan global yang semakin dinamis.