Jajaran Badan Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) bergerak cepat mengusut video viral yang menunjukkan sekelompok pendaki diduga membawa senjata laras panjang di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Kehebohan ini bermula dari unggahan seorang pendaki asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Melalui media sosial, ia membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat berpapasan dengan rombongan bersenjata tersebut saat turun dari puncak gunung, bahkan sempat menerima ucapan kasar.

Ketua Brigade Gunung Dempo, Dian Mari, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menelusuri data registrasi pengunjung di pos resmi untuk mengidentifikasi kelompok tersebut. Pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan rombongan itu masuk tanpa izin atau tidak mendaftar terlebih dahulu.

Dian menegaskan bahwa membawa senjata ke kawasan hutan lindung merupakan pelanggaran berat karena membahayakan keselamatan pendaki lain serta mengancam habitat satwa liar. Sanksi tegas dipastikan menanti para pelaku jika terbukti melakukan pelanggaran tersebut.

Guna memperkuat pengawasan di jalur pendakian, Brigade kini berkoordinasi erat dengan Polisi Kehutanan (Polhut) wilayah setempat. Masyarakat pun diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada petugas di lapangan.