Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Hue, Vietnam, mengungkapkan temuan memprihatinkan terkait kepatuhan standar keselamatan kerja. Banyak pelaku usaha di wilayah tersebut dilaporkan belum memfasilitasi pemeriksaan kesehatan berkala maupun skrining penyakit akibat kerja bagi para karyawannya.

Berdasarkan data CDC Kota Hue, kota ini memiliki sekitar 2.000 perusahaan, dengan 464 di antaranya beroperasi di sektor berisiko tinggi yang melibatkan zat berbahaya dan beracun. Sektor-sektor ini mempekerjakan hampir 77.900 pekerja yang seharusnya mendapatkan pengawasan ketat terhadap higienitas lingkungan kerja mereka.

Selama paruh pertama tahun 2026, otoritas kesehatan setempat telah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap 31.707 pekerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.178 orang menjalani skrining penyakit akibat kerja, dengan temuan 496 kasus menunjukkan gejala abnormal atau sekitar 4,44 persen dari total pekerja yang diperiksa.

Temuan dari inspeksi mendalam terhadap 12 perusahaan sampel menunjukkan tingkat kepatuhan yang sangat rendah. Sepuluh dari perusahaan tersebut tidak memiliki tenaga medis sesuai ketentuan, delapan belum memantau kondisi lingkungan kerja mereka, dan lima perusahaan mangkir dari kewajiban pemeriksaan kesehatan berkala. Bahkan, seluruh perusahaan yang diperiksa tersebut sama sekali belum melakukan skrining penyakit akibat kerja bagi karyawannya.

Masalah ini diperparah oleh buruknya kualitas udara dan lingkungan kerja. Dari 21.483 sampel lingkungan kerja yang diambil secara acak dari berbagai lokasi usaha, sekitar 4.243 sampel atau setara dengan 20 persen dinyatakan tidak memenuhi standar kelayakan kesehatan.

Direktur CDC Kota Hue, Thai Van Tuan, menegaskan pentingnya kesehatan pekerja dalam mendukung iklim investasi dan daya saing industri kota. Untuk menekan pelanggaran, CDC berkomitmen untuk memperketat pengawasan, meluncurkan layanan pemeriksaan keliling, meningkatkan kapasitas diagnosis, serta gencar mengedukasi pelaku usaha mengenai pentingnya keselamatan kerja.