Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, Gus Irfan menyoroti dua aspek krusial yang memerlukan perhatian serius, yakni standarisasi kesehatan jemaah dan perbaikan infrastruktur serta layanan di Mina.

Gus Irfan mencatat bahwa meski angka kematian jemaah berhasil ditekan hingga 25 persen, jumlah tersebut masih menjadi perhatian utama kementerian. Oleh karena itu, penguatan persyaratan istithaah kesehatan akan terus digalakkan guna memastikan setiap jemaah memiliki kondisi fisik yang prima sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Selain sektor kesehatan, efektivitas inovasi yang telah diterapkan tahun ini, termasuk manajemen kuota provinsi dan penggunaan kartu Nusuk, akan tetap dievaluasi. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap inovasi memberikan dampak langsung bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Khusus mengenai permasalahan layanan di Mina, Menteri Irfan menginstruksikan jajarannya untuk merumuskan langkah konkret yang lebih solutif. Ia menekankan bahwa seluruh upaya perbaikan harus bermuara pada peningkatan fasilitas dan kenyamanan jemaah agar pelaksanaan ibadah di lokasi tersebut berlangsung lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI, Polri, dan petugas lapangan (PPIH). Gus Irfan berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus dipertahankan demi mewujudkan pelayanan haji yang lebih profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan jemaah di masa depan.