Kawasan wisata D’Las di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, resmi menjadi pusat perhatian masyarakat dengan dibukanya Festival Gunung Slamet (FGS) ke-9 pada Jumat (3/7/2026). Perhelatan akbar yang dijadwalkan berlangsung hingga 5 Juli mendatang ini kembali mengukuhkan diri sebagai panggung utama dalam mempromosikan kekayaan destinasi serta kearifan lokal yang tersebar di wilayah Purbalingga.

Hari perdana festival berlangsung meriah dengan penampilan Gelar Seni Budaya dari berbagai perwakilan desa wisata, termasuk Serang, Karangcengis, hingga Tanalum. Kehadiran seniman lokal ini tidak hanya memberikan hiburan bagi pengunjung, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi mengenai identitas budaya desa masing-masing yang memiliki daya tarik unik dan autentik.

Selain sajian budaya, sebanyak 13 stan desa wisata turut berpartisipasi dengan menyajikan ragam produk unggulan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hingga kopi lokal berkualitas. Salah satu sorotan utama datang dari Desa Wisata Panusupan yang memamerkan produk berbasis alam, seperti madu hutan, gula aren, hingga minyak kelapa murni (VCO), sekaligus menawarkan pengalaman wisata jelajah hutan dan susur sungai bagi para pelancong.

Upaya memperkuat ekosistem pariwisata juga dilakukan melalui rangkaian Sarasehan Kepariwisataan. Agenda ini mempertemukan perwakilan dari 32 desa wisata dengan para pakar untuk membedah strategi pengembangan destinasi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di masa depan.

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya festival yang telah masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara ini. Ia menegaskan bahwa FGS ke-9 merupakan momentum penting bagi kebangkitan ekonomi lokal, khususnya bagi wilayah terdampak bencana, sembari memastikan dukungan penuh pemerintah terhadap kolaborasi antara pelaku UMKM, seniman, dan penggerak wisata demi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Purbalingga.