Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) terus melahirkan inovasi akademis untuk meningkatkan kualitas lulusannya. Kali ini, sebuah riset dilakukan untuk menguji efektivitas modul blok kedokteran olahraga (sport medicine) dalam mendongkrak aktivitas fisik dan kebugaran mahasiswa kedokteran yang kerap menghadapi beban kuliah yang padat.
Dipimpin oleh dr. Hilma Tsurayya I., MHPE, penelitian yang berlangsung sepanjang April hingga Mei ini turut melibatkan praktisi kesehatan dalam dan luar negeri. Tim peneliti diperkuat oleh dr. Nanang Tri Wahyudi SpKO, dr. Erianto Fanani SKed MKKK, Dinta Sugiarto SOr MKes, serta kolaborator internasional Dr. Zulkarnain bin Jafaar.
Inisiatif riset ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa mahasiswa kedokteran cenderung kurang bergerak akibat tingginya tekanan akademik. Padahal, sebagai calon dokter, mereka dituntut menjadi teladan penerapan gaya hidup sehat di masyarakat. Program intervensi ini menyasar mahasiswa tahun ketiga FK UM yang menempuh modul wajib kedokteran olahraga selama lima minggu dengan bobot enam SKS.
Untuk mengukur keberhasilan program, tim menggunakan metode evaluasi terstruktur Kirkpatrick Model dari level satu hingga tiga. Evaluasi tidak hanya melihat tingkat kepuasan mahasiswa, tetapi juga menguji peningkatan pengetahuan serta kondisi fisik riil melalui kuesioner IPAQ dan tes kebugaran Rockport. Tim juga memantau stabilitas perubahan perilaku aktif ini hingga tiga bulan setelah program selesai.
Selama mengikuti modul interaktif ini, para mahasiswa dibekali teori sekaligus praktikum fisik yang terukur secara ilmiah. Berbagai alat medis modern seperti body composition analyzer, handgrip dynamometer, hingga instrumen yo-yo test digunakan untuk menjamin akurasi data. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat integrasi sport medicine dalam kurikulum kedokteran nasional, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera.