Google Cloud secara resmi memperkenalkan platform Gemini Enterprise yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan sektor bisnis. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan korporasi akan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang diiringi dengan jaminan keamanan siber serta kedaulatan data tingkat tinggi.
Country Director Google Cloud Indonesia, Karim Siregar, menjelaskan bahwa integrasi AI dalam operasional bisnis harus memberikan dampak nyata. Melalui Gemini Enterprise, Google Cloud berupaya memfasilitasi para pelaku usaha untuk mengoptimalkan kinerja mereka melalui tiga pilar utama, yakni kecepatan performa, sistem keamanan yang terintegrasi secara andal, serta perolehan nilai bisnis yang konkret.
Terkait privasi, Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pasifik, Moe Abdula, menegaskan komitmen perusahaan terhadap kedaulatan data pelanggan. Google menjamin bahwa seluruh data sensitif milik klien, baik dari sektor swasta maupun pemerintahan, tidak akan digunakan sebagai bahan pelatihan untuk model AI publik milik Google.
Selain proteksi data, Gemini Enterprise juga dilengkapi kemampuan mitigasi ancaman siber secara instan. Mengingat taktik kejahatan siber yang kian canggih dengan memanfaatkan AI, Google Cloud menggunakan teknologi serupa untuk memindai kelemahan sistem secara proaktif. Kolaborasi sistem keamanan seperti Wiz dan Security Command Center memungkinkan platform ini memprioritaskan ancaman yang paling krusial untuk segera ditangani.