Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat pada Senin pagi. Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut memuntahkan abu vulkanik setinggi 1 kilometer di atas puncak pada pukul 05.13 WIB.
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu tebal dengan arah sebaran ke utara. Data seismograf mencatat erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi gempa selama 167 detik. Hingga saat ini, status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Pihak berwenang secara tegas mengimbau masyarakat untuk menjauhi area terdampak, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Ancaman utama yang harus diwaspadai mencakup awan panas, guguran lava, hingga banjir lahar dingin.
Selain ancaman erupsi primer, peringatan khusus ditujukan bagi para penambang pasir di sekitar lereng. Pemerintah Kabupaten Lumajang memperingatkan adanya risiko letupan sekunder yang timbul akibat material vulkanik yang masih menyimpan panas tinggi meski tampak tenang di permukaan.
Risiko letupan sekunder diprediksi meningkat signifikan terutama saat terjadi curah hujan di wilayah puncak. Air hujan yang mengenai material panas dapat memicu reaksi berbahaya, sehingga aktivitas di zona penambangan pasir harus dihentikan demi meminimalisir potensi jatuhnya korban jiwa.