Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan abu setinggi 800 meter di atas puncak pada Selasa (14/7/2026) sore pukul 17.03 WIB. Letusan ini menambah catatan panjang aktivitas vulkanik Semeru yang tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 18 kali dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan rilis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur. Secara teknis, erupsi tersebut terekam pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan berdurasi selama 157 detik.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga). Laporan harian menunjukkan bahwa pada hari yang sama, khususnya periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, telah terjadi 14 kali gempa letusan, 7 kali gempa guguran, serta 4 kali gempa hembusan, yang mengindikasikan tingginya pergerakan magma di dalam tubuh gunung.

Mengantisipasi potensi bahaya, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat untuk mengosongkan area di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari bantaran sungai di sepanjang Besuk Kobokan guna menghindari ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang berpotensi meluncur hingga sejauh 17 kilometer.

Sepanjang tahun 2026 berjalan, Indonesia mencatat total 3.177 kali letusan gunung api secara nasional. Dari angka tersebut, Gunung Semeru menempati posisi teratas sebagai gunung api paling aktif di tanah air dengan menyumbang sebanyak 1.403 kali kejadian erupsi.