Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal optimisme pada awal perdagangan pekan ini, Senin (6/7/2026). Setelah mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 2,28 persen pada sesi sebelumnya, indeks domestik kini membidik area resistance krusial di level 5.900 hingga 5.950, dengan target jangka pendek menuju kisaran 6.000 hingga 6.150.
Meski sentimen pasar cenderung positif, para pelaku pasar tetap perlu mewaspadai aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp 16,6 miliar pada akhir pekan lalu. Beberapa saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, MAPI, TPIA, EMAS, dan ISAT menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh investor asing. Saat ini, analis menetapkan rentang support IHSG berada di level 5.780–5.850, sementara resistance dipatok pada 5.950–6.000.
Sentimen positif IHSG turut didorong oleh kinerja bursa saham Asia yang kompak berada di zona hijau. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan 5,76 persen, diikuti Nikkei 225 Jepang sebesar 1,47 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,28 persen, serta Straits Times Singapura menguat 0,26 persen. Fenomena ini dipicu oleh rotasi sektor yang dilakukan pemodal global dari saham berbasis teknologi ke sektor lainnya.
Di sisi lain, pasar global memantau dinamika Wall Street yang berakhir variatif. Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi setelah menguat 1,14 persen merespons data ketenagakerjaan AS yang melambat, sehingga memicu spekulasi bahwa The Fed akan lebih menahan diri dalam kebijakan suku bunga. Sebaliknya, indeks Nasdaq terkoreksi 0,8 persen akibat aksi jual pada saham-saham sektor semikonduktor, seperti Nvidia dan Micron Technology.