Stunting masih menjadi tantangan kesehatan krusial di Indonesia yang berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang. Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis ini tidak hanya memengaruhi fisik anak, tetapi juga kemampuan kognitif dan produktivitas mereka di masa depan. Menghadapi kondisi ini, Jawa Timur kini mulai melirik pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat upaya pencegahan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Nonlinear Dynamics and Systems Theory (2025) mencoba menjawab tantangan ini dengan membangun model prediksi prevalensi stunting berbasis data historis dari Kementerian Dalam Negeri periode 2021 hingga 2024. Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah metode konvensional yang bersifat reaktif menjadi strategi yang lebih proaktif dan terarah.
Dalam riset tersebut, para ahli membandingkan dua metode machine learning, yakni Support Vector Regression (SVR) dan Decision Tree. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode SVR tampil lebih unggul dengan nilai RMSE (Root Mean Square Error) yang lebih rendah, yakni 0,1377 dibandingkan Decision Tree sebesar 0,1642. Keunggulan SVR terletak pada kemampuannya yang lebih stabil dalam memetakan hubungan kompleks antar variabel data kesehatan.
Implementasi teknologi ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi pemangku kebijakan. Dengan kemampuan prediksi yang akurat, pemerintah daerah dapat menetapkan prioritas intervensi di wilayah yang teridentifikasi memiliki risiko tinggi. Hal ini memastikan alokasi sumber daya kesehatan, edukasi ibu hamil, serta perbaikan sanitasi tepat sasaran dan lebih efisien sebelum angka stunting melonjak.
Meski menjanjikan, para peneliti menekankan adanya beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti integrasi sistem dengan layanan kesehatan daerah, peningkatan kualitas dataset, serta literasi digital bagi petugas lapangan. Ke depan, model ini diharapkan dapat dikembangkan lebih komprehensif dengan memasukkan variabel pendukung lainnya, seperti tingkat kemiskinan dan akses air bersih, demi mewujudkan sistem pencegahan stunting yang tangguh di Jawa Timur.