Pemerintah Kota Ambon kini tengah memprioritaskan revitalisasi pembinaan cabang olahraga pencak silat. Langkah strategis ini diambil sebagai persiapan matang dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, melalui penguatan struktur organisasi serta penerapan program latihan yang lebih sistematis.
Dalam pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Ambon masa bakti 2026-2030 pada Sabtu (11/7/2026), Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan pentingnya konsolidasi internal. Menurutnya, organisasi harus segera menyusun peta jalan pembinaan yang terukur untuk memastikan regenerasi atlet berjalan optimal.
Selain target prestasi, IPSI diharapkan mampu menjaga esensi pencak silat sebagai warisan budaya yang menanamkan nilai disiplin dan sportivitas. Bodewin juga mengimbau agar seluruh perguruan pencak silat di Ambon menanggalkan ego sektoral dan bersatu demi menciptakan ekosistem olahraga yang solid guna menyongsong Pekan Olahraga Maluku (Popmal) pada 2027 mendatang.
Ketua IPSI Kota Ambon yang baru dilantik, Fenly Masawoy, menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih profesional. Salah satu terobosan yang akan diterapkan adalah digitalisasi sistem penilaian pertandingan guna menjamin objektivitas kompetisi, sekaligus mempererat sinergi dengan IPSI Provinsi Maluku maupun pihak KONI setempat.
Kota Ambon sendiri memiliki modal rekam jejak yang mumpuni, setelah sukses menjadi juara umum pada Popmal 2022 dan menyumbangkan medali perunggu bagi kontingen Maluku pada ajang PON Bela Diri 2025. Prestasi tersebut kini menjadi tolok ukur bagi pengurus baru untuk dipertahankan, bahkan ditingkatkan di level yang lebih tinggi.