Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat sinergi bersama pengelola Basecamp Stinkpala untuk jalur pendakian Gunung Sumbing via Garung. Koordinasi yang berlangsung pada awal Juli ini bertujuan untuk menyamakan visi dalam pengelolaan aktivitas pendakian, terutama dalam menghadapi lonjakan pengunjung selama periode libur panjang.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna menjamin keberlanjutan ekosistem wisata alam. Menurutnya, manajemen pendakian yang baik mencakup pengaturan kuota pengunjung, mitigasi risiko keselamatan, serta pengawasan ketat terhadap kebersihan lingkungan di sepanjang jalur pendakian.
Lebih lanjut, Andrie menjelaskan bahwa pengaturan kuota pendakian merupakan instrumen krusial untuk menjaga daya dukung lingkungan. Dengan membatasi jumlah pendaki sesuai kapasitas jalur, potensi kerusakan hutan dapat diminimalisir. Selain aspek teknis, Perhutani juga terus mengimbau para pendaki untuk menumbuhkan kesadaran ekologis, salah satunya dengan kewajiban membawa kembali sampah mereka dari puncak hingga ke bawah.
Menanggapi inisiatif tersebut, Ketua Basecamp Stinkpala, Andi Setiawan, menyatakan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung standar operasional yang telah ditetapkan. Pihaknya akan mengintensifkan edukasi kepada setiap pendaki mengenai aturan keselamatan dan pentingnya konservasi hutan selama masa kunjungan yang diprediksi akan meningkat.
Kolaborasi berkelanjutan antara Perhutani, pengelola basecamp, dan relawan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendakian yang lebih teratur dan bertanggung jawab. Sinergi ini ditargetkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan, namun juga memastikan kelestarian Gunung Sumbing sebagai aset alam yang harus dijaga untuk masa depan.