Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali menunjukkan pengaruh politiknya dengan memberikan instruksi khusus kepada jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam pertemuan yang berlangsung di Solo, Jokowi secara terbuka meminta agar partai berlambang bunga mawar tersebut turut serta dalam mengawal perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar dapat berjalan stabil hingga dua periode.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa arahan tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kesinambungan program-program pemerintah. Menurut Bestari, Jokowi berharap agar kepemimpinan Prabowo-Gibran tidak hanya fokus pada periode saat ini, tetapi juga mampu meneruskan agenda pembangunan di periode mendatang.

Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi publik mengenai adanya isu "dua matahari" dalam lingkaran kekuasaan saat ini. Bestari menegaskan bahwa narasi dualisme kepemimpinan tersebut tidak memiliki dasar, mengingat Jokowi justru berupaya memperkuat posisi pemerintahan agar terhindar dari konflik internal yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Di tengah isu pemakzulan yang sempat mendera posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dukungan dari sosok berpengaruh seperti Jokowi dinilai memberikan legitimasi politik tambahan. Hal ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa konsolidasi politik tetap terjaga meski muncul berbagai dinamika dan wacana di tingkat pusat.

Selain pembahasan mengenai arah kebijakan, pertemuan tersebut juga menyinggung pentingnya menjaga tradisi silaturahmi. Kunjungan putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, ke kediaman Jokowi di Solo disebut menjadi simbol keharmonisan yang tetap terjalin erat antara kedua keluarga, sekaligus menunjukkan bahwa komunikasi tingkat tinggi tetap berjalan dengan baik pasca transisi pemerintahan.