Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat secara proaktif mempererat kerja sama ekonomi dengan Singapura melalui pertemuan strategis di Kota Bandung. Agenda ini difokuskan untuk memaparkan keunggulan kompetitif Jawa Barat sebagai destinasi investasi utama bagi para pelaku usaha dari Negeri Singa.
Wakil Ketua Umum Bidang Perekonomian KADIN Jawa Barat, Hj Masrura Ram Idjal, menyatakan bahwa pihaknya telah mengenalkan potensi besar dari 21 kawasan industri yang tersebar di wilayah tersebut. Salah satu sorotan utama adalah Kawasan Industri Rebana, yang didukung oleh ekosistem logistik terintegrasi antara Bandara Internasional Kertajati dan akses pelabuhan laut guna mempercepat arus ekspor-impor.
Dalam diskusi tersebut, isu konektivitas menjadi topik krusial. KADIN Jabar optimistis bahwa rencana pengaktifan rute internasional di Bandara Kertajati pada Agustus 2026—yang akan melayani rute Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru—akan menjadi katalisator bagi efisiensi bisnis. Kehadiran akses transportasi udara ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh yang selama ini kerap terhambat kemacetan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Menanggapi kekhawatiran delegasi Singapura mengenai dinamika regulasi, pihak KADIN memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan reformasi birokrasi. Melalui semangat "No Complaint, More Investment", pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan intensif serta percepatan perizinan guna memberikan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modal di sektor manufaktur maupun infrastruktur.
Sektor-sektor unggulan seperti otomotif, kendaraan listrik, industri pertahanan, hingga produk pertanian terus didorong untuk menarik minat penanam modal asing. Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah promosi, namun juga langkah konkret dalam memperkuat posisi strategis Jawa Barat sebagai hub perdagangan dan investasi di tingkat internasional.