Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, kawasan penyangga Jakarta, kini menyedot atensi dunia. Sejumlah media internasional terkemuka menyoroti bencana lingkungan ini, bahkan menjuluki TPA tersebut sebagai 'gunung sampah yang terbakar' karena intensitas kobaran api yang tak kunjung padam selama lebih dari sepekan.
Laporan dari BBC menyoroti dampak kerusakan yang mencakup area seluas 15 hektare. Asap tebal hasil pembakaran limbah tersebut dilaporkan telah mencemari udara hingga ke pemukiman penduduk, memicu kekhawatiran serius terkait kualitas udara serta ancaman kesehatan bagi warga di sekitarnya. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi karena kondisi udara yang sudah tidak layak hirup.
Salah satu warga terdampak, Sarmanah (45), mengungkapkan kesulitannya bertahan di tengah kepungan asap. Ia menuturkan bahwa paparan asap yang menusuk membuat aktivitas keseharian terhenti dan menyebabkan gangguan fisik seperti batuk serta sesak napas yang tak tertahankan, sehingga warga harus segera meninggalkan kediaman mereka.
Di sisi lain, Al Jazeera turut menyoroti respons tanggap darurat yang dilakukan oleh otoritas Indonesia. Liputan mereka menampilkan upaya pemadaman intensif yang melibatkan pengerahan helikopter untuk pengeboman air dari udara, guna menjinakkan api yang masih membara di kedalaman tumpukan sampah.
Data dari pihak berwenang mengonfirmasi dampak nyata dari bencana ini terhadap kesehatan publik. Hingga saat ini, setidaknya 234 warga telah menjalani pemeriksaan medis, dengan 72 orang di antaranya dinyatakan positif menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat menghirup udara beracun dari lokasi kebakaran.