Program Studi Teknologi Pangan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) sukses menggelar ajang Gelar Produk Pangan 2026. Kegiatan ini menjadi etalase bagi mahasiswa untuk memamerkan kreativitas dalam mengolah komoditas kacang-kacangan lokal menjadi produk pangan bernilai tambah tinggi.
Mengangkat tema "Dari Kacang Lokal Menjadi Produk Pangan Inovatif dan Bernilai", acara ini tidak hanya berfungsi sebagai pameran akademik, tetapi juga sebagai media edukasi mengenai potensi protein nabati dalam negeri. Acara diawali dengan sesi berbagi wawasan oleh para ahli yang membahas pemanfaatan residu koro pedang serta inovasi pangan berbasis tempe koro pedang sebagai alternatif sumber protein yang sehat.
Dalam sesi pameran, lima inovasi unggulan hasil praktikum mahasiswa menarik perhatian pengunjung, yakni Walnut Diva Bliss, RnC Sausage, GreenGreenSquish, Metemisu Dessert Cup, dan MuoyKiesCup. Produk-produk tersebut menunjukkan bahwa bahan lokal seperti kacang merah, kacang hijau, dan kacang mede mampu diolah menjadi kudapan modern dengan standar mutu industri.
Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Pengolahan Pangan, Sarah Giovani, S.TP., M.Agr.Sc., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penerapan metode Project-Based Learning. Mahasiswa dituntut untuk menguasai alur produksi secara utuh, mulai dari riset formulasi, evaluasi kualitas, hingga strategi pemasaran langsung kepada konsumen.
Melalui inisiatif ini, UAI berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. Harapannya, inovasi berbasis kekayaan hayati ini dapat terus dikembangkan guna memberikan kontribusi nyata bagi industri pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan di masa depan.