Pasca-kepulangan jemaah haji Kloter 19 ke Kabupaten Tabalong pada Kamis, 2 Juli 2026, otoritas setempat menekankan pentingnya pengawasan kesehatan mandiri. Seluruh jemaah diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis ke puskesmas terdekat apabila merasakan gejala kesehatan tertentu setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tabalong, Nabhan Fanshuri, menyampaikan bahwa meskipun 256 jemaah haji telah tiba di Tanah Air dalam kondisi yang secara umum terpantau baik, beberapa orang di antaranya tercatat mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan pilek. Langkah preventif ini diambil guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap stabil pasca-ibadah.

"Kami mengimbau para jemaah agar segera melapor atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama karena baru saja kembali dari luar negeri. Hal ini krusial untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan dan memberikan penanganan yang tepat sebelum kondisi memburuk," ujar Nabhan saat proses penyambutan di halaman Kantor DPRD Tabalong.

Lebih lanjut, Nabhan berharap seluruh jemaah dapat kembali berbaur dengan masyarakat dalam keadaan bugar. Pemantauan kesehatan yang proaktif diharapkan dapat mendukung transisi jemaah agar bisa segera melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa kendala kesehatan yang berarti.