Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan tantangan serius dalam ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Saat ini, lebih dari 90 persen pelaku UMKM tercatat belum mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam operasional bisnis mereka, meskipun tingkat adopsi AI secara nasional di sektor lain telah mencapai 92 persen.

Dalam forum National Policy Convening Indonesia di Jakarta, Maman menekankan bahwa pola bisnis konvensional tidak lagi memadai untuk menopang puluhan juta pelaku UMKM di Tanah Air. Menurutnya, adopsi AI adalah langkah krusial untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing agar pelaku usaha dapat beradaptasi dengan dinamika pasar modern.

Sebagai langkah strategis, Kementerian UMKM tengah menggarap platform digital terintegrasi bertajuk 'Sapa UMKM'. Platform ini dirancang sebagai basis data tunggal yang menyatukan berbagai layanan publik, mulai dari akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Makan Bergizi Gratis, hingga fasilitas pelatihan dan pemasaran bagi para pelaku usaha.

Pemerintah juga berkomitmen memberikan stimulus nyata bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang terdaftar dalam sistem tersebut, salah satunya berupa diskon biaya layanan marketplace hingga 50 persen. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital UMKM sekaligus menciptakan pemerataan akses teknologi di berbagai pelosok Indonesia.