Suasana jelang laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir melawan Australia sempat memanas. Sebuah insiden melibatkan direktur tim Mesir, Ibrahim Hassan, dengan aparat kepolisian Dallas terjadi di lobi hotel tim, memicu perhatian publik setelah rekaman kejadian tersebut tersebar luas.

Perselisihan bermula ketika salah satu pemain Mesir berusaha melayani permintaan foto bersama dengan seorang suporter cilik. Saat proses interaksi berlangsung, dua petugas polisi Dallas melakukan tindakan pengamanan yang dinilai terlalu agresif dengan mendesak staf tim untuk menjauh dari pemain dan penggemar tersebut. Situasi memuncak ketika seorang petugas mendorong Ibrahim Hassan seraya berteriak instruksi untuk mundur secara berulang kali.

Ibrahim Hassan, yang juga merupakan saudara dari pelatih kepala timnas Mesir, Hossam Hassan, bereaksi keras atas perlakuan tersebut. Ketegangan sempat mencapai titik nadir saat kedua belah pihak nyaris terlibat baku hantam. Anggota delegasi Mesir lainnya segera turun tangan untuk melerai, bahkan dilaporkan sempat membujuk polisi untuk tidak mengeluarkan alat kejut listrik guna mencegah eskalasi yang lebih parah.

Laporan dari media lokal Mesir, Egyptian Independent, menyebutkan bahwa pihak tim merasa keberatan dengan sikap kepolisian yang dianggap tidak profesional dan kasar terhadap staf mereka. Meski sempat diwarnai ketegangan, situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat tanpa adanya korban luka maupun tindakan penangkapan.

Insiden ini terjadi tepat sebelum Mesir dijadwalkan meladeni Australia di Dallas Stadium pada Sabtu (4/7) dini hari. Hingga saat ini, pihak otoritas keamanan terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden yang melibatkan delegasi sepak bola mancanegara tersebut.