Kekalahan tipis 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak meredupkan apresiasi publik Tanjung Verde terhadap tim nasional mereka. Setibanya di ibu kota Praia pada Minggu (5/7/2026), rombongan yang dijuluki Tubarões Azuis tersebut disambut layaknya pahlawan oleh ribuan pendukung yang telah menanti di area bandara.
Momen kepulangan ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Tanjung Verde yang ke-51. Kegembiraan nasional pun pecah menjadi pesta rakyat saat para pemain muncul, memberikan penghormatan bagi perjuangan tim yang telah mencatatkan tinta emas dalam sejarah sepak bola negara kepulauan di Afrika Barat tersebut.
Keberhasilan skuad asuhan pelatih Pedro Leitão Brito atau Bubista memang tergolong fenomenal. Tergabung di Grup H bersama kekuatan besar seperti Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi, Tanjung Verde tampil solid dan mampu melenggang ke fase gugur tanpa sekalipun mencicipi kekalahan di babak penyisihan grup.
Ketangguhan mental para pemain, ditambah performa impresif kiper veteran Vozinha di bawah mistar gawang, menjadi kunci sukses Tanjung Verde bersaing dengan tim-tim papan atas. Bahkan, saat menghadapi Argentina, perlawanan sengit yang ditunjukkan anak asuh Bubista sempat memukau dunia, termasuk gol indah dari bek Sidny Lopes Cabral ke gawang Emiliano Martínez.
Bagi rakyat Tanjung Verde, kegagalan melaju ke perempat final bukanlah akhir dari segalanya. Kepulangan tim nasional justru membawa kebanggaan kolektif yang dianggap sebagai hadiah terindah dalam merayakan hari bersejarah bangsa, sekaligus meletakkan fondasi kuat bagi masa depan sepak bola mereka di kancah dunia.