Kawasan Pesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah foto daftar harga layanan selamatan beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut memicu spekulasi liar di kalangan warganet yang mengaitkan tarif tersebut dengan praktik pesugihan yang selama ini melekat sebagai stigma kawasan tersebut.
Daftar harga yang dipajang pada papan informasi itu mencantumkan rincian tarif untuk berbagai paket selamatan dan nazar yang ditawarkan bagi para peziarah. Viralitas unggahan ini kemudian memancing beragam komentar, dengan banyak pihak menduga bahwa nominal tersebut adalah biaya untuk ritual mistis tertentu.
Menanggapi kehebohan tersebut, sejumlah warganet memberikan klarifikasi bahwa papan informasi tersebut bukanlah tarif untuk praktik pesugihan. Biaya yang tertera merupakan tarif resmi bagi peziarah yang ingin memesan hidangan selamatan atau melaksanakan nazar sebagai bentuk rasa syukur saat berkunjung ke kompleks pesarean.
Selain paket makanan, informasi pada papan tersebut juga merinci berbagai kebutuhan logistik lainnya untuk mendukung prosesi selamatan. Pihak pengelola bahkan menyertakan kontak layanan melalui WhatsApp guna memudahkan para peziarah yang hendak melakukan pemesanan di sekitar area pesarean.
Perdebatan ini dinilai muncul akibat kesalahpahaman informasi. Masyarakat yang lebih mengenal kawasan tersebut menegaskan bahwa Gunung Kawi memiliki pembagian wilayah yang jelas, sehingga tidak semua aktivitas di sana berkaitan dengan isu mistis yang berkembang di masyarakat luas.