Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menegaskan urgensi peningkatan frekuensi pertandingan bagi para atlet petanque. Langkah ini dinilai krusial sebagai strategi utama dalam mematangkan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 dan SEA Games 2027 di Malaysia.
Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menyampaikan instruksi tersebut di sela-sela pembukaan turnamen petanque yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian perayaan Dies Natalis ke-62 Unesa dan peringatan Bastille Day yang jatuh pada 14 Juli mendatang.
Menurut Nabil, porsi latihan rutin di tempat pemusatan latihan tidak lagi mencukupi untuk mendongkrak prestasi secara signifikan. Para atlet dituntut memiliki jam terbang kompetisi yang tinggi agar kemampuan teknis, stabilitas mental, serta daya adaptasi di lapangan dapat teruji dengan baik dalam situasi pertandingan yang nyata.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen ini diharapkan menjadi pemantik bagi pengurus cabang olahraga untuk lebih proaktif dalam menggelar kompetisi berkala. Dengan seringnya berlaga di berbagai ajang, atlet diharapkan mampu tampil lebih kompetitif dan matang saat membawa nama daerah maupun nasional di kancah yang lebih luas.