Perjalanan panjang Cristiano Ronaldo di panggung tertinggi sepak bola dunia akhirnya sampai di penghujung jalan. Kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memastikan langkah Portugal terhenti, sekaligus menutup catatan enam edisi partisipasi berturut-turut bagi megabintang berusia 41 tahun tersebut.
Usai peluit panjang dibunyikan di Seattle, emosi meluap dari sosok peraih lima gelar Ballon d'Or itu. Ronaldo tampak tak kuasa menahan air mata di tengah lapangan, sebuah refleksi mendalam atas perjuangannya yang berakhir dengan hasil mengecewakan. Bagi Ronaldo, ini bukan sekadar kekalahan, melainkan penutup dari sebuah bab panjang dalam karier internasionalnya.
Dalam keterangannya kepada media, pemilik 233 penampilan untuk timnas Portugal tersebut mengonfirmasi bahwa turnamen ini adalah Piala Dunia terakhir baginya. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin mengambil keputusan impulsif terkait kariernya di tim nasional secara keseluruhan. Fokus utamanya saat ini adalah kembali ke tengah keluarga untuk memulihkan kondisi mental.
"Ini adalah piala dunia terakhir saya. Saya memerlukan waktu untuk berpikir dan berkumpul dengan keluarga sebelum melangkah lebih jauh. Saya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan," ujar Ronaldo dalam wawancara resmi bersama pihak FIFA.
Menanggapi performanya, Ronaldo merasa telah memberikan seluruh kemampuan terbaik yang ia miliki di atas lapangan. Meski hasil akhir tidak berpihak pada Portugal, ia tetap berupaya tegar dalam menerima realitas sepak bola. Baginya, menang dan kalah adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika seorang atlet profesional yang harus terus berjalan ke depan.